Belum ada produk yang dibeli

Rp 0 Ongkos kirim

Weight


Rp 0 Total

Check Out

Proses Batik Cap

 

  1. Kain Mori direndam beberapa hari dan diletakkan di atas meja datar dengan lapisan empuk.

  2. Lilin (malam) direbus hingga mencair dan dijaga agar suhu tetap panas sekitar 60-70 derajat Celcius.

  3. Canting Cap dicelupkan ke cairan lilin tersebut lalu dicetak / di-cap-kan dengan tekanan yang cukup ke atas kain Mori tersebut.

  4. Proses pen-cap-an bisa diulang dengan dikombinasikan dengan Canting Cap lain atau juga dengan Canting Tulis.

  5. Setelah proses pengecapan selesai, selanjutnya dilakukan proses pewarnaan, dengan cara mencelupkan kain ini ke dalam tangki yang berisi cairan warna.

  6. Bagian yang terkena cairan lilin, tidak akan terkena warna dalam proses pewarnaan ini. Oleh karena itu proses pewarnaan ini bisa dilakukan berulang-ulang untuk mendapatkan warna warni yang sesuai dan indah dengan cara menutup lagi bagian yang telah berwarna dengan lilin lagi.

  7. Setelah proses pewarnaan selesai, kain harus direbus untuk menghilangkan bekas lilin pada kain.

  8. Proses terakhir dari pembuatan kain batik cap ini adalah proses pembersihan dan pencerahan warna dengan soda. Dan selanjutnya dikeringkan dan disetrika.

  9. Karena kain batik cap ini melalui proses pewarnaan yang berulang-ulang, maka warna pada batik cap cenderung lebih awet dan tahan lama. Tapi diperlukan keahlian khusus dalam proses pemilihan dan perkawinan warna tersebut.

Copyright 2018 The Canting Collection
Warna templates
Layout Direction